Sabtu, 05 Mei 2012

Pendidikan berkarakter


1. Cara Memberikan Pendidikan Berkarakter

Cara Memberikan Pendidikan Berkarakter. Hidup adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita diciptakan untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Bentuk beribadah di dunia ini bisa berbagai macam, misalnya dengan cara sholat, puasa, zakat, haji, membantu orang yang sedang dalam kesusahan, memberikan salam, bahkan memberikan senyum-pun adalah ibadah. Tuhan memberikan kita kepribadian dan kecerdasan sesuai pada tingkatannya untuk membantu kita menjalani hidup di dunia. Ketika kita masih anak – anak, kita diberikan kepribadian dan kecerdasan yang masih rendah. Pada fase berikutnya, hal tersebut akan semakin berkembang dan berkembang. Namun, dalam kepribadian seseorang, pasti terdapat kelebihan dan kekurangan. Kita sebagai manusia wajib untuk selalu berubah kearah yang lebih baik. Perubahan itu disebut dengan karakter (Baca artikel kami, Pendidikan Berkarakter untuk Karakter dan Kepribadian Anak).
Untuk merubah suatu karakter seseorang memang tidaklah mudah, namun segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin, bukan? Seseorang akan berkarakter atau memiliki karakter jika ia tumbuh di lingkungan yang berkarakter pula. Hal ini berarti, sejak seseorang masih kecil haruslah diberikan pendidikan berkarakter (baca artikel kami, Pendidikan Berkarakter), agar ketika ia dewasa, ia akan menjadi pribadi yang berkarakter. Terdapat tiga cara untuk memberikan pendidikan berkarakter kepada anak anda.
Pertama adalah mengubah kondisi lingkungannya. Pendidikan  ini bisa dilakukan dengan cara memberikan reward and punishment (penghargaan dan teguran) kepada anak. Jika si anak melakukan kesalahan, ia akan mendapatkan teguran (punishment), namun jika si anak berbuat baik, ia akan mendapatkan penghargaan (reward). Reward and punishment bisa berbagai macam bentuk. Mulai dari pengurangan uang jajan, atau dilarang membaca komik. Semua dapat diserahkan kepada orang tua masing – masing. Namun, hal yang perlu diingat adalah dalam memberikan reward and punishment juga harus bersifat mendidik. Sebuah reward tidaklah harus uang atau mainan. Sedangkan, sebuah punishment pun tidaklah harus pukulan.
Cara kedua pada pendidikan berkarakter adalah memberikan pengetahuan dan contoh nyata tentang bagaimana melakukan sesuatu dengan baik dan benar. Memberikan contoh yang baik kepada si anak sejak kecil akan membuat si anak meniru atau mencontohnya dalam kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu, sebagai orang tua haruslah selalu bersikap baik dan selalu memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari – hari. Jika anak bertanya kenapa begini dan kenapa begitu, jangan khawatir karena itu berarti mereka merespon pengetahuan yang anda berikan kepada mereka.
Cara yang ketiga dalam memberikan pendidikan berkarakter adalah dengan mengendalikan dan mengkondisikan emosi si anak. Faktanya, jika seseorang mampu mengendalikan emosinya, maka sifat tersebut akan melekat dalam dirinya karena emosi adalah salah satu alat pengendali diri dan jiwa yang sangat besar dampaknya kepada kehidupan seseorang. Jika si anak mulai kehilangan emosi dalam melakukan sesuatu, cobalah untuk menenangkannya dan membantunya untuk menyelesaikan hal tersebut. Dengan begitu, si anak akan senantiasa dapat mengendalikan emosinya. Namun, kita juga harus mulai membiasakan diri dalam membiarkannya menyelesaikan persoalannya sendiri agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.

Model Konsep Kurikulum


Macam-macam Model Konsep Kurikulum. Secara umum pengertian kurikulum adalah alat yang yang berisikan tujuan, isi, proses dan hasil, yang dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan pendidikan tertentu. Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan jika bagimanapun bentuk kurikulumnya haruslah sesuai dengan tujuan awal pendidikannya. Namun bagaimanapun juga bentuk kurikulumnya maka tidak akan banyak berguna jika digunakan pada zaman yang salah.
Mengapa diakatakan zaman yang salah, hal ini berkaitan dengan kehidupan manusia yang kian lama kian maju dan semakin canggih. Oleh karenanya akan tidak relevan menggunakan kurikulum tradisional ditengah zaman modern seperti sekarang ini. Tak berarti juga kurikulum harus berpatok pada tekhnologi mengingat masih banyak daerah-daerah yang perkembangan tekhnologinya masih tertinggal. Dengan kata lain penggunaannya masih harus disesuaikan dengan lingkungan sekitar peserta didik dan tempat pelaksanaan proses belajar mengajar. Namun harus tetap mampu menyiapkan peserta didik yang berguna dimasa yang akan datang.
Model konsep kurikulum yang sangat erat dengan aliran pendidikan ini telah banyak dikembangkan oleh para ahli. Diantaranya ada 4 model konsep kurikulum yang sering dipelajari dan sering digunakan. Empat model konsep kurikulum itu adalah kurikulum subjek akademis, kurikulum humanistik, kurikulum rekonstruksi sosial, dan kurikulum teknologis.
Berikut sedikit penjelasan singkat tentang 4 model konsep kurikulum di atas:
Kurikulum Subjek Akademis
Kurikulum subjek akademis ini merupakan kurikulum yang mengutamakan isi (subject matter). Kurikulum ini berisikan kumpulan bahan ajar dan rencana pembelajaran. Target utama dari kurikulum ini adalah penguasaan materi yang sebanyak-banyaknya.
lihat penjelasan lebih lanjut tentang kurikulum ini di =>> Kurikulum subjek akademis (cooming soon)
Kurikulum Humanistik
Kurikulum humanistik merupakan kurikulum yang mengutamakan proses belajar mengajar. Kurikulum dikembangkan berdasarkan kebutuhan peserta didik. Peran guru sangat besar dalam memberikan suasana belajar yang nyaman kepada peserta didiknya. Target utama dari kurikulum ini adalah mengembangkan peserta didik menjadi pribadi yang mandiri.
lihat penjelasan lebih lanjut tentang kurikulum ini di =>> Kurikulum Humanistik (cooming soon)
Kurikulum Rekonstruksi Sosial
Kurikulum rekonstruksi sosial merupakan kurikulum yang bertujuan mempersiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan dalam dunia kerja. Kurikulum ini menuntut sekolah untuk dapat mengembangkan kehidupan sosial siswa dan bagaimana siswa dapat bergabung atau berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
lihat penjelasan lebih lanjut tentang kurikulum ini di =>> Kurikulum rekonstruksi sosial (cooming soon)
Kurikulum Tekhnologis
Kurikulum tekhnologis ini merupakan kurikulum yang menggabungkan antara ilmu pengetahuan dengan tekhnologi (dalam artian positif). Dengan maksud agar proses pembelajaran disekolah dapat lebih efektif dan efisien dengan dukungan tekhnologi.
lihat penjelasan lebih lanjut tentang kurikulum ini di =>> Kurikulum Tekhnologis (cooming soon)
Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar